Cerita Dibalik Perayaan Tahun Baru

0
16

Abeng(rebon.org) 01/01/2015. 30 menit yang lalu kita memasuki Tahun 2015, tahun 2014 sudah berlalu, banyak kenangan – kenangan yang sudah terlewatkan, banyak cita cita yang belum tercapai, sebuah masa lalu hendaknya bisa dijadikan pelajaran agar kita lebih baik lagi kedepan.

Gegap gempita masyarakat Dunia dan masyarakat Indonesia merayaakan sebuah moment yang datang satu kali dalam satu tahun yah……… malam tahun baru, malam yang penuh keramaiaan, malam yang penuh dengan berbagai macam acara untuk sekedar menyambut datangnya tahun baru. 
Begitu pula masyarakat kabupaten dan Kota Cirebon merayakan tahun baru dengan gegap gempita walaupun cuaca tidak mendukung akan tetapi Suasana jalan di kota cirebon penuh dengan berbagai macam kendaraan, baik roda dua ataupun roda empat, tak sedikit pun orang yang berjalan kaki rela untuk memasuki area pusat kota Cirebon, dimana lagi kalau bukan Alun – alun Kejaksan. 
Tidak hanya di pusat kota, banyak masyarakat atau muda mudi berbondong – bondong menuju sebuah kawasan yang bernama Gronggong, konon ketika kita berada di jalur Grogong, kita bisa melihat keindahan kota cirebon karena kawasan gronggong termasuk kawasan dataran tinggi, tak ayal banyak masyarakat berbondong bondong menuju lokasi tersebut. tanpa di sadari apakah bisa mencapai gronggong tidak.
Malam Tahun Baru merupakan perayaan pergantian tahun yang dilaksanakan pada pukul 00.00 WIB dimana disaat itu kita memasuki wilayah Tahun yang berbeda, sebagai tanda pergantian tahun mulai berganti yaitu diadakannya Pesta Kembang Api, ini Tradisi atau simbol yang jelas di penjuru dunia ketika merayakan tahun baru ya identik dengan pesta kembang apinya.
Dibalik keseruan dan keindahan pesta kembang api menyambut datangnya tahun baru, banyak sekali orang lupa kan segala tindakan negatif yang dilakukan hanya untuk sebuah perayaan, banyak sekali kerugian yang kita lakukan di saat kita merayakan tahun baru, yang Pertama Dengan masyarakat ikut serta merayakan di satu tempat yang sama tentunya terjadi kemacetan yang luar biasa, imbasnya kita hanya bisa muter muter nga karuan arah dan tujuan kita, lebih tepatnya kita sudah membuang secara percuma bahan bakar yang diperluakan kendaraan bermotor, Kedua Banyak tindak kejahatan yang terjadi ketika berkumpulnya sekelompok orang di tempat yang sama dengan strata yang berbeda akhirnya menimbulkan rasa cemburu sosial, *Coba temen – temen cek malam tahun baru di setiap rumah sakit, ada berapa yang pasien yang masuk ketika malam pergantian tahun baru*. Ketiga Tidak kah kita sadar ketika Malam Tahun Baru Islam *)Untuk yang Islam kita merayakan seperti ini, kita tidak peduli dengan perayaan tahun baru islam, padahal mayoritas rakyat Indonesia adalah beragama Islam, dan masih banyak lagi kerugian yang sebenarnya kita dapat ketika kita merayakan tahun baru ini.
Padahal sebenarnya perayaan malam pergantian tahun tidak serta merta kita datang dan berbondong bondong menyaksikan pesta kembang api,karena yang lebih tepat ketika kita merayakan pergantian tahun adalah kita merepleksi dan mengintropeksi diri tentang segala kegiatan kita semasa tahun kemarin yang sudah kita lakukan, dan harus berbuat apa untuk tahun kedepan, karena sebenarnya sebuah peringatan malam tahun baru adalah dimana berkurangnya sisa umur kita dan sisa umur bumi ini. Bagaimana kita bisa lebih baik lagi kedepan, bukan malah merayakan dengan gegap gempita aan tetapi kita lupa dengan umur kita dan umur bumi ini semakin tua, semoga di tahun baru ini Indonesia bisa lebih baik lagi dan khususnya Cirebon bisa tambah baik lagi dalam berbagai hal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here