Monday, October 16, 2017
Blogger Cirebon

Cirebon, Dalam Festival Keraton Nusantara X dan XI

Budaya, Rebon.org : Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan turut meramaikan acara Festival Keraton Nusantara ke X di Pangkalan Bun, Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Bergabung bersama Kerajaan seluruh Nusantara, rombongan Keraton dari Cirebon tiba secara terpisah. 
Pangeran Hempi Raja Kaprabon dari Keraton Kaprabonan.
Pangeran Abdul Ghani Natadiningrat, SE dari Keraton Kacirebonan dan
Sultan Raja Muhamad Emirudin Keraton Kanoman 
Berbeda dengan acara Festival Keraton Nusantara ke IX di Bima 2 tahun lalu, selain diikuti oleh Keraton-keraton yang ada di Cirebon, Pemerintah Daerah serta dinas terkait turut serta mengikuti acara 2 tahunan tersebut. Bahkan, Walikota Cirebon saat itu yang turut hadir, (alm) Drs H Ano Sutrisno menegaskan bahwa, Festival Keraton Nusantara sebagai garda terdepan dalam melindungi identitas kebudayaan bangsa Indonesia. Di Festival Keraton Nusantara ke X yang di gelar 9-12 Oktober 2016, Anggota Komisi C DPRD Kota Cirebon beserta Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Cirebon, Drs Dana Kartiman turut hadir mewakili pemerintah daerah. 
Secara umum, acara dua tahunan tersebut berjalan lancar. Namun, tak sedikit juga catatan kekurangan di acara tersebut, pada saat acara Kirab Prajurit yang digelar di Lapangan Sampuraga Senin (10/10) misalnya, lantaran terlalu lamanya sambutan-sambutan sehingga mengurangi durasi waktu dari peserta Kirab, bahkan hingga langit Pangkalan Bun menjelang gelap, Kirab Prajurit Keraton belum usai. Beruntung, Keraton-keraton Cirebon tampil lebih awal secara berurutan. Disepanjang jalan rute kirab, antusiasme masyarakat begitu terlihat.
Kirab Prajurit Empat Keraton Cirebon dalam satu barisan,
dari kiri : Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan serta Kaprabonan
Berikutnya, Selasa (12/10) listrik padam dan angin kencang merobohkan tenda di Halaman Antakusuma, bahkan mobil penjemput tamu tertimpa tenda yang roboh tersebut, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Cuaca pada saat itu memang tidak begitu bersahabat, ketika Kirab Prajurit yang digelar sehari sebelumnya bahkan ada yang pingsan dan harus dibawa dengan mobil ambulance yang telah disediakan oleh panitia. Panas yang bergitu terik tanpa diiringi angin membuat beberapa peserta menjadi lemah secara fisik. Pasukan Kirab yang siaga pun tidak pada barisannya lantaran menghindari panasnya cuaca.
Malam musyawarah Raja-raja se Nusantara di gelar Ballroom Swissbelin Hotel Pangkalan Bun, Selasa (11/10/2016). Selain diputuskan bahwa acara FKN selanjutnya diadakan setiap setahun sekali, momen tersebut juga memastikan Cirebon sebagai tuan rumah Festival Ketaon Nusantara ke XI pada tahun 2017, Sultan Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat pun bersiap  bahkan, pihaknya akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menampilkan Tari Topeng Klana dengan jumlah peserta terbanyak.
 Keraton Kasepuhan Cirebon. PRA Arif Natadiningrat
Apapun rencananya, catatan diacara FKN X Pangkalan Bun layak dijadikan evaluasi oleh Keraton-keraton Cirebon dan Pemerintah Kota Cirebon selaku tuan rumah, bahkan dalam musyawarah raja-raja se nusantara mendeklarasikan agar gelaran FKN lebih baik lagi,  Sultan Palembang Darussalam menekankan agar FKN bisa lebih dari sekedar mempertampilkan kesenian dan kirab prajurit. 
Semoga itu semua dapat terealisasikan di Cirebon.
Oleh : Muhammad Arifin, 
*Mengikuti secara langsung acara Festival Keraton Nusantara ke X bersama Keraton Kaprabonan.

About The Author

Kami adalah anggota Komunitas Blogger Cirebon, menulis, meliput, mengedukasi, dan membangun Cirebon melalui internet dan teknologi adalah misi kami untuk mewujudkan Cirebon Smart City. Bergabunglah bersama kami, follow @Rebon_Org

2 Comments

  1. erik priana 04/11/2016 at 15:51

    templete-nya boleh juga neh, dapet dari mana mas?

  2. Blogger Cirebon 08/11/2016 at 08:13

    Mau tahu dapat dari mana?
    Ngopi dulu dong.. 🙂
    Wa 08888.3010.91

Leave A Response