Cultural Trip “Bedug Asyiiik” Seharian penuh

6
32

Semoga kelak (jika masih ada umur) saya masih diundang lagi untuk acara “Sampoerna Kretek” yang lain.

— oleh Dodi Nurdjaja @ REBON —

Sambungan dari http://dodi-nurdjaja.blogspot.com/2015/07/ndilalahe-diundang-bukber-di-resto.html

Cultural Trip “Bedug Asyiiik” Seharian penuh

Hari itu, Sabtu, 4 Juli 2015, saya sudah bersiap menuju tempat berkumpul, lobi hotel Santika Cirebon. Saya masih memanaskan mesin sepeda motor di rumah, saat ada SMS masuk dari Agus, rekan sesama blogger Cirebon, yang berisi pesan “Dmn?”.

Saya pun segera berangkat.

Di depan gerbang Hotel Santika Cirebon, seorang petugas membukakan portal dan menanyakan tujuan saya. “Mau ketemu teman-teman media di lobi. Kami mau berkeliling ke beberapa tempat lain.”

Petugas itu berkenyit, sepertinya tidak mengetahui adanya panitia penyelenggara dari “Sampoerna Kretek”, yang akan mengadakan Cultural Trip “Bedug Asyiiik” Cirebon-Majalengka.

Tanpa menjelaskan lebih lanjut, saya hanya menanyakan di mana saya bisa memarkir sepeda motor saya. Di tempat yang ditunjukkan oleh petugas itu, saya memarkir sepeda motor saya. Lalu saya bergegas menuju lobi.

Saat saya berpapasan dengan Thio, Humas acara ini dari tim Maverick, saya bertanya, “Sudah kumpul semua?”

“Belum,” jawab Thio, “tunggu aja sama yang lain di situ,” sambil menunjuk sofa di ruang lobi.

Saya pun duduk bergabung. Tak lama datang rekan-rekan dari media lain. Kami ngobrol ngalor ngidul.

Ketika tema obrolan menyinggung tentang kuliner Cirebon, serta merta saya mendominasi pembicaraan dengan dongeng-dongeng saya.

Saya pun menunjukkan tulisan saya tentang Docang (http://dodi-nurdjaja.blogspot.com/2015/03/docang-dan-sabrang-kumandange-azan-pitu.html), via HP android saya.

Agus, rekan sesama rebon (komunitas blogger Cirebon), berinisiatif mengajak Opik, rekan rebon juga, untuk bisa ikut serta di Cultural Trip, mengunjungi Keraton Kesepuhan dan Keraton Kanoman. Ndilalahe, Opik bisa ikut, dan akhirnya datang.

Setelah yakin, tak ada yang tertinggal, Thio “Maverick” mengatur penempatan orang-orang di beberapa mobil minibus. Ndilalahe, semua rekan rebon disatukan di satu mobil bersama 2 orang yang baru saya kenal saat itu. Dua orang itu adalah mas Bram dan mbak Ratih dari “Gelar”, yang juga merupakan partner Sampoerna Kretek dalam penyelenggaraan acara “Bedug Asyiiik” ini.

Di mobil, kami saling berkenalan lebih jauh dan ngobrol ngalor ngidul.

Sampailah kami di Keraton Kesepuhan. Kami kemudian memasuki Keraton Kesepuhan, setelah kami semua memegang e-ticket. Untuk dapat memasuki kawasan Keraton Kesepuhan, memang harus membeli e-ticket.
Curtural Trip Bedug Asyiiik

Doc: Opik (padudadi.com)

Seorang anggota keluarga Keraton Kesepuhan, telah bersiap di dekat gerbang masuk, dan menawarkan diri sebagai pemandu. Kami mendapat penjelasan dan diantar berkeliling.

Curtural Trip Bedug Asyiiik

Doc: Opik (padudadi.com)

Selesai berkeliling dan berfoto di Keraton Kesepuhan, kami berangkat lagi menuju Keraton Kanoman. Sesampainya di luar Keraton Kanoman, Opik, salah seorang rekan rebon mendadak harus pergi karena ada urusan lain.

Mobil yang mengantar kami diparkir agak ke sisi timur. Di satu rumah, kami diperlihatkan bedug dari Keraton Kanoman. Bedug yang akan diarak menuju Alun Alun Talaga, Majalengka.

Lalu oleh pemilik rumah, kami diantar masuk ke Keraton Kanoman. Ndilalahe, seorang rekan penyiar, bernama Chyko, telah menyusul kami ke Keraton Kanoman. Dengan HP androidnya, Chyko merekam video ala selfie jurnalisme.

Di dalam Keraton Kanoman, kami diterima oleh seorang anggota keluarga Keraton Kanoman. Lalu diberi penjelasan sekilas mengenai keseluruhan Keraton Kanoman, dan sedikit tentang bedug di Keraton Kanoman.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Majalengka, kami diberi kesempatan untuk melakukan shalat dzuhur. Saya memilih shalat di Tajug di luar Keraton Kanoman. Dan satu lagi rekan rebon, Agus, pun harus berpamitan, karena ada urusan lain pula.

Perjalanan menuju Alun Alun Talaga, Majalengka, terasa sangat panjang dan membuat kami mengantuk.

Menjelang area Alun Alun Talaga, kami melihat spanduk-spanduk “Beduk Asyiiik” bertebaran di sepanjang jalan. Jalanan di seputar Alun Alun Talaga terasa penuh sesak oleh kendaraan dan orang-orang yang hilir mudik. Kami keluar dari mobil dan segera memasuki Alun Alun Talaga.

Di tengah Alun Alun Talaga, Thio membagikan tanda pengenal “Pers” kepada kami. Saya segera mengambil dan mengalungkan tanda pengenal itu.

Saya segera menuju tenda “Media”, dan mencari stop kontak, untuk segera nge-charge HP dan power bank saya. Lalu pandangan saya menyapu berkeliling mencari letak mini mart (toko swalayan) terdekat. Saya perlu membeli batere untuk kamera digital saya.

Setelah saya mengganti batere kamera digital, saya segera jeprat-jepret. Baru lengkap rasanya sebagai “pers” jika sudah menenteng kamera digital.

Curtural Trip Bedug Asyiiik

Doc: dodi-nurdjaja.blogspot.com

Menjelang buka puasa, kami berkumpul di tenda “media” untuk acara Konferensi Pers. Konferensi Pers terselang sebentar oleh suara Adzan Maghrib. Kami berbuka puasa dan melanjutkan Konferensi Pers.

Curtural Trip Bedug Asyiiik

Doc: dodi-nurdjaja.blogspot.com

Lalu istirahat untuk memberi kesempatan bagi kami yang melaksanakan Shalat Maghrib hingga Shalat Tarawih. Sementara itu, 3 besar pemenang kompetisi “Bedug Asyiiik” tengah dilatih dan diberi pengarahan oleh mas Joko Gombloh untuk tampil kolaborasi. Sementara, di Alun Alun beberapa orang tetap asik berjoged dengan iringan jingle iklan Sampoerna Kretek: “Teman yang Asyiiik”.

Curtural Trip Bedug Asyiiik

Doc: dodi-nurdjaja.blogspot.com

Kemudian tibalah saatnya 3 besar pemenang kompetisi “Bedug Asyiiik” untuk tampil berkolaborasi. Dilanjutkan penampilan “Rampak Bedug Ciwasiat” dan penampilan Perkusi “Si Kelap” (mas Joko Gombloh dan kawan-kawan).

Saat saya sedang memeriksa HP android saya yang sedang di-charge, saya dikejutkan oleh salam dari sesorang yang tiba-tiba masuk ke tenda “media”. Ternyata dia adalah kang Doel Sumbang. Ya, rupanya sudah saatnya Konferensi Pers malam, “Ngobrol Asyiiik bersama Doel Sumbang”.

Karena tidak tersedia waktu Konferensi Pers dengan Ebieth Beat A, beberapa rekan media berinisiatif menemui Ebieth di tendanya. Saya pun mengekor mereka. Ketika kami mendapat konfirmasi, diperbolehkan wawancara, kami segera masuk ke tenda Ebieth.

Mumpung sudah di dalam, saya segera mengeluarkan kamera digital dan menyerahkan ke salah seorang rekan media, untuk mengabadikan saya berselfie dengan Ebieth Beat A. Ternyata yang lain pun ikut berselfie juga. 😀

Tak bisa berlama-lama, karena Ebieth telah dipanggil untuk tampil. Saya pun kembali mencari-cari posisi untuk memotret penampilannya.

Acara pamungkas adalah penampilan dari kang Doel Sumbang. Malam sudah terlalu larut, tapi penampilan dari kang Doel Sumbang belum berakhir.

Sekonyong-konyong, Thio datang menghampiri, “Kang Dodi mau pulang duluan?”

“Mau, sih,” jawab saya, “tapi terserah teman-teman yang se-mobil dengan saya.”

Thio kemudian mencari satu per satu dan diberi pertanyaan serupa. Setelah yakin kami yang se-mobil sepakat untuk pulang duluan, kami segera bersiap pulang. Saya berpamitan dengan mas Joko Gombloh dkk, lalu berjalan keluar Alun Alun Talaga dari pintu belakang (jalan untuk artis). Saya pun kembali berpamitan dengan Thio “Maverick” dan Felix “Sampoerna Kretek”.

Semoga kelak (jika masih ada umur) saya masih diundang lagi untuk acara “Sampoerna Kretek” yang lain.

Bersambung

===

Beduk Asyiiik

===

6 COMMENTS

  1. Udah ga musim, dapat jatah produk, gan. Tapi langsung dikasih uang jajan, sambil "disarankan" untuk jajan/dihabiskan untuk produk jualan atau permainan di sekitar TKP. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here