Once Upon A Time

2
23

Once Upon A Time
@ Komunitas Blogger Cirebon

Komunitas Blogger Cirebon bukan hanya kopdar untuk bicara atau berbagi pengalaman nge-blog. Komunitas Blogger Cirebon lebih dari sekedar komunitas, meskipun tanpa struktur organisasi. Banyak aktivitas yang dilakukan Komunitas Blogger Cirebon sebelum saya ikut terlibat. Kopdar hanyalah suatu mekanisme rendevous untuk achievement (pencapaian/prestasi) secara nyata maupun abstrak.

Pada hari itu, tanggal 13 September 2014. Itu adalah hari sabtu yang merubah kehidupan saya sekarang. Kehidupan bersama Komunitas Blogger Cirebon.

Kilas balik dulu.

Komunitas Blogger Cirebon, sudah lama saya tahu ketika masih awal-awal saya biasa datang ke Car Free Day. Tapi sejak saat itu, saya jarang (atau belum pernah) kopi darat lagi.

rebon_org at CFD
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4939381077584&set=a.4939376997482.1073741842.1090355920&type=3

Suatu hari ada acara Cirebon Creative Expo 2014. Saat itu Komunitas Blogger Cirebon juga buka stan di acara itu. Saya mengunjungi acara itu berserta istri dan anak saya. Kami berfoto di depan stan Komunitas Blogger Cirebon. Saya lalu berkeliling, atau tepatnya mondar mandir. Di area sekitar panggung di depan Balai Kota Cirebon, saya menyapa Otong Isakton. Saat saya kembali ke stan Komunitas Blogger Cirebon, sudah ada Aguz Nuril di situ.

rebon_org at CCE 2014
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202084819817264&set=a.10202084319084746.1073741876.1090355920&type=3

Lama tak pernah ketemu. Bahkan saat Komunitas Blogger Cirebon ada acara “jalan-jalan” ke Jakarta dan beberapa acara lainnya di Cirebon, justru saya berselisih tempat. Saat Komunitas Blogger Cirebon pergi ke Jakarta, saya harus masih ada di Cirebon. Sementara saat Komunitas Blogger Cirebon melanjutkan acara “jalan-jalan” di Cirebon, saya justeru sedang ada di Jakarta.

Kembali pada momen tanggal 13 September.

Siang itu, dengan motor bebek saya datang ke Alun-alun Kejaksan. Karena belum tahu di mana letak Warung Bang Tema, saya putuskan masuk dari pintu gerbang At Taqwa lalu menyusuri warung demi warung.

rebon_org at warung bang Tema
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10201412501970242&set=o.642573672472655&type=3

Aguz Nuril yang pertama kali menyapa saya.
“Dari mana, kang?” tanya Aguz
“Dari sekitar sini aja.” jawab saya.
“Nggak, maksudnya kerja di mana atau apa?” tanya Aguz.
“Lah, bli inget ning kita, tah?” (Tak ingatkah kepada saya) tanya saya dalam bahasa Jawa Cerbonan.
“Eee… maksudnya dari rumah sengaja ke sini, apa sambil lewat jadi mampir?” tanya Aguz agak kikuk (#AWKWARDmomen) kelihatannya, dan menjadi bahan tertawaan teman lainnya. Saya ikut tertawa untuk lebih mencairkan suasana.

Bisa dimengerti, karena saya memang baru nongol lagi di acara kopdar Komunitas Blogger Cirebon ini. Saya alihkan pembicaraan ke senda gurau. Lalu saya mereview awal mula saya tahu keberadaan Komunitas Blogger Cirebon, lalu ikut bergabung di grup Facebook Komunitas Blogger Cirebon.
Kami kemudian ngobrol sendiri-sendiri. Saya berpindah-pindah tempat duduk agar bisa ngobrol dengan semuanya.
Bada Ashar, saya diajak menjenguk teman dari Komunitas Blogger Cirebon yang sedang dirawat di RSUD Gunung Jati. Saya ikut dan ikut menyumbang ala kadarnya untuk sekedar oleh-oleh bagi yang sakit. Teman yang sedang dirawat tadi ternyata Mubarok Hasanuddin, satu-satunya teman Komunitas Blogger Cirebon yang saya temui saat berpamitan pulang (waktu kopdar di Car Free Day).

rebon_org dipamiti pulang
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4939392917880&set=a.4939376997482.1073741842.1090355920&type=3
rebon_org Jenguk Mubarok
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=822186374492905&set=t.1090355920&type=1

Dari menjenguk Mubarok Hasanuddin di RSUD Gunung Jati, Komunitas Blogger Cirebon berencana menghadiri acara 1st Anniversary @CirebonBribin (salah satu akun Twitter ternama di Cirebon). Saya pun masih ikut.
Namun ternyata, jam 20.00 wib, Komunitas Blogger Cirebon ada acara talk show di RRI Cirebon Pro 2, segmen acara “Komunitas” kalo ga salah. Maka kami harus diam-diam meninggalkan acaranya 1st Anniversary @CirebonBribin.

rebon_org at 1st anniv CirebonBribin
https://twitter.com/REBON_org/status/510772760348352512/photo/1

rebon_org at 1st anniv CirebonBribin (suasana penonton)
https://twitter.com/REBON_org/status/510765932944179200/photo/1

rebon_org at 1st anniv CirebonBribin (suasana panggung)
https://twitter.com/REBON_org/status/510765201369485313/photo/1Komunitas Blogger Cirebon

Komunitas Blogger Cirebon sengaja datang lebih awal, untuk mengantisipasi jika si penyiar butuh wawancara awal sebelum acara.
Saat Komunitas Blogger Cirebon tiba di RRI, penyiarnya ternyata belum hadir. Sebagian besar Komunitas Blogger Cirebon duduk bermalas-malasan di kursi tamu.

rebon_org leyeh-leyeh at RRI Pro2 Cirebon
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202833475773195&set=a.10202833474973175.1073741894.1090355920&type=3
rebon_org On Air at RRI Pro2 Cirebon
ttps://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202833476213206&set=a.10202833474973175.1073741894.1090355920&type=3
rebon_org On Air inside at RRI Pro2 Cirebon
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10202833476013201&set=a.10202833474973175.1073741894.1090355920&type=3

Selesai acara talk show, Komunitas Blogger Cirebon masih berniat mengunjungi “Night Culinary” yang biasa ada di depan Gedung BAT saat malam hari. Saya tak bisa ikut. Jam 21.00 wib sudah terlalu malam bagi saya meninggalkan anak dan istri di rumah. Maka saya berpamitan kepada semuanya.

Abeng Baranis Zurruq mengucapkan “Terima kasih” atas kesediaan saya berkumpul dengan Komunitas Blogger Cirebon, dari semenjak siang sampai malam. Saya pun mengucapkan “Terima kasih” kepada semuanya.
Saya pulang dengan mencoba mengendapkan segala kejadian bersama Komunitas Blogger Cirebon sejak siang hingga malam.

Ucapan “Terima kasih”, mungkin klise dan sepele. Namun efeknya sangat besar. Saya merasa sangat mendapat tempat di Komunitas Blogger Cirebon, karena ucapan yang klise dan sepele itu.

Komunitas Blogger Cirebon adalah “komunitas” tanpa struktur organisasi, katanya sih trauma. Yang justeru sempat malas kopdar saat ada struktur organisasi. Ketika struktur organisasi itu dinyatakan dibubarkan, kopdar kembali aktif, meski yang datang cuma “itu-itu saja orangnya”. Kelak mungkin akan ada kembali struktur organisasi, entah kapan. Ini mengingatkan pada komunitas semut dengan sistem anarki yang paling sukses. Saya merasa seperti sudah lama menyatu dengan “komunitas semut” ini.

Menghadiri acara yang berbeda dengan waktu yang nyaris mepet, bersamaan, adalah hal yang mustahil. Hadir di acara talk show di RRI Pro 2, adalah kebutuhan Komunitas Blogger Cirebon agar lebih dikenal luas. Banyak dari anggota Komunitas Blogger Cirebon yang terjaring dari talk show radio semacam ini. Tapi menghadiri undangan dari admin @CirebonBribin, adalah bentuk kepedulian sesama komunitas netter (pengguna internet). Teman-teman di Komunitas Blogger Cirebon bukanlah orang-orang sakti yang bisa pecah badan, layaknya Kian Santang yang bisa menjadi tujuh. Datang dan berfoto di acara @CirebonBribin, kemudian segera diunggah ke Twitter dengan mention ke @CirebonBribin, lalu pergi diam-diam, adalah cara “cara aman”. Maka Komunitas Blogger Cirebon bisa hadir di dua acara yang bersamaan. Atau bahkan tiga, karena harus juga menjenguk teman Komunitas Blogger Cirebon yang sakit, bahkan didahulukan.

Menjenguk teman yang sakit, biasanya hanya berlaku bagi yang betul-betul teman akrab. Teman dari Komunitas Blogger Cirebon hanya bertemu pada saat-saat kopdar. Inisiatif teman-teman Komunitas Blogger Cirebon untuk menjenguk teman sesama Komunitas Blogger Cirebon yang sakit adalah hal yang tak bisa saya lupakan. Bahkan mungkin, oleh si teman yang sakit itu. Ini adalah bentuk kepedulian yang juga diajarkan dalam agama Islam, dan mungkin agama lain pun begitu.

Komunitas Blogger Cirebon bukan hanya kopdar untuk bicara atau berbagi pengalaman nge-blog. Komunitas Blogger Cirebon lebih dari sekedar komunitas, meskipun tanpa struktur organisasi. Banyak aktivitas yang dilakukan Komunitas Blogger Cirebon sebelum saya ikut terlibat. Kopdar hanyalah suatu mekanisme rendevous untuk achievement (pencapaian/prestasi) secara nyata maupun abstrak.

Di kemudian hari, kadang saya dipanggil “mbah” (biasanya saat di Facebook). Atau ketika kopdar saya bercerita sesuatu, misalnya film, ditimpali dengan ucapan “tahun pira?” (tahun berapa?). Tapi itu bagi saya merupakan ledekan yang mengindikasikan kedekatan dan kebersamaan. Harus saya akui bahwa usia saya sedikit lebih tua dari usia teman-teman di Komunitas Blogger Cirebon. Tapi tak ada gap (kesenjangan) di antara kita. Saya tidak merasa mendapat deskriminasi usia. Bahkan saya merasa mendapat tempat terhormat dengan ledekan seperti itu.

Selamat Hari Blogger
=====

Komunitas Blogger Cirebon

=====
Didedikasikan bagi Komunitas Blogger Cirebon pada #HariBloggerNasional

SHARE
Previous articleDi Hari Blogger, Mari Ngeblog Biar Gak Goblog
Next articleCalissta mengidap Alegille Syndrom
Kami adalah anggota Komunitas Blogger Cirebon, menulis, meliput, mengedukasi, dan membangun Cirebon melalui internet dan teknologi adalah misi kami untuk mewujudkan Cirebon Smart City. Bergabunglah bersama kami, follow @Rebon_Org

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here