Tiga Penyebab Jalan Ki Gede Mayung Rusak, dan Solusinya

0
24
Kondisi sungai di depan balai desa Sambeng | Foto: Santosa

Citizen Journalism – Rebon.Org, Jika kita perhatikan secara seksama, Jalan Ki Gede Mayung yang berada di wilayah kecamatan Gunung Jati, Suranenggala, dan Plered (wilayah kabupaten Cirebon) ini sepanjang tahun terus mengalami kerusakan.

Mulai dari jalan yang berlubang, becek (meski tidak hujan), rusak, dan retakan-retakan di ruas jalan dari Pasar Celancang, hingga pertigaan Pangkalan/Cangkring. Ada tiga hal penyebab yang membuat jalan ini menjadi sering rusak.

Beban Jalan
Dari tingkat ketebalan aspal, Jalan Ki Mayung idealnya untuk dilewati kendaraan mobil pribadi, angkot, dan motor. Namun, karena setiap hari juga jalan ini dilewati truk, maka beban jalan juga terus amblas.

Sedimentasi Sungai
Posisi ketinggian jalan dari posisi sungai terjadi ketimpangan. Sungai yang seharusnya lebih rendah dari jalan, malah berada di atas jalan. Sehingga jika terjadi hujan di hilir sungai, maka seringkali terjadi banjir, sehingga air terus menggenangi jalan yang berada di bawah.

Sedimentasi sungai juga menjadi penyebab sungai jadi terus banjir. Kedalaman sungai juga jadi dangkal, dari mulai sampah, batu-batuan, dan belum pernah dikeruk jadi penyebab dangkalnya sungai yang membentang dari desa Buyut, desa Mayung, desa Sambeng, hingga desa Sirnabaya.

Pembuangan Limbah Kerang
Berhubung kondisi daratan miring di sekitar pabrik pengolahan kerang hijau yang berada di desa Sambeng miring dari sungai ke jalan. Maka seringkali air limbah mengalir dari pabrik menuju ke jalanan. Sehingga aspal seringkali basah, ditambah lagi dengan beban mobil truk yang setiap hari jalan. Sehingga jelas, aspal menjadi cepat retak, rusak, dan hancur oleh terjangan truk di sekitar pabrik kerang hijau.

Solusi
Pertama yang harus dilakukan adalah dengan melakukan pengerukan sungai, dan pembersihan sampah dengan cepat (cara pertama adalah dengan membakar sampah untuk sementara). Langkah selanjutnya adalah dengan menjemur tanah sedimentasi sungai, untuk dijadikan tanggul di pinggiran sungai. Agar air sungai tidak mengalir ke jalan.

Kedua adalah dengan melakukan peninggian badan jalan, dengan cara dibeton. Agar air sungai tidak membanjiri jalanan setiap hari. Sehingga jalan pun lebih kuat menahan beban truk, dan kuat dari tekanan air yang menggerus kekuatan jalan.

Ketiga, melakukan kajian komprehensif dari sisi cuaca, geografis, dan rutinitas masyarakat di sekitar lokasi jika dilakukan perbaikan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here